Berita

Screaning Kesehatan jiwa Serta penyuluhan (Pemberian Tablet Fe Pada Siswi ) di SMAN 7 Soppeng

Screaning Kesehatan jiwa Serta penyuluhan (Pemberian Tablet Fe Pada Siswi ) di SMAN 7 Soppeng

Ujung,22 Mei 2019- Tak hanya orang dewasa, depresi juga berpotensi terjadi pada remaja. Termasuk remaja yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berasal dari berbagai kalangan dan memiliki prestasi berbeda.

Para Siswi SMAN 7 Soppeng saat mengisi kuesioner yang telah dibagikan

Kegiatan Screaning kesehatan ini merupakan program Kesehatan Jiwa, berlangsung pada Senin pagi (22/07/2019) di SMAN 7 Soppeng yang beralamat di Salaonro, kelurahan ujung Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng, Metode skrining yang dilakukan kali ini dengan membagikan kuesioner ke masing-masing siswi untuk di isi.

Tujuan kegiatan skrining kesehatan jiwa bagi remaja adalah melakukan pembinaan dan memberikan pemahaman bagi pelajar tentang Gangguan jiwa seperti Emosional,perasaan tidak nyaman,  Karena Masa remaja adalah masa yang penting dalam pertumbuhan menuju kedewasaan. Banyak remaja memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik, tapi tak sedikit pula yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Perubahan emosi dan pengaruh sosial, seperti tindak kekerasan yang mereka alami.

Kegiatan ini pun di sambut baik oleh para guru dan tentunya para siswa yang aktif mendengarkan apa yang di sampaikan dari petugas kami (UPTD Puskesmas Baringeng)

Penyuluhan Tablet Fe dan pemberian tablet Fe untuk siswi SMAN 7 Soppeng

setelah skring Kesehatan jiwa dilakukan, dilanjutkan lagi dengan memberikan penyuluhan Tablet Fe (Tambah darah) serta pemberian tablet Fe oleh petugas Gizi UPTD Puskesmas Baringeng.

Sebelum dilakukan pemberian Tablet Fe, dilakukan penyuluhan terlebih dahulu oleh pengelola promkes UPTD Puskesmas Baringeng tentang penyakit anemia dan manfaat tablet Fe bagi remaja putri.

Upaya pemberian tablet zat besi ke sekolah-sekolah untuk remaja putri ini dilakukan untuk meminimalisiasi perempuan usia muda mengalami anemia. Jika seorang remaja putri menderita anemia dan kemudian hamil maka akan berpotensi melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR). Hal ini disebakan karena kurangnya suplai oksigen dan makanan ke janin selama masa kehamilan.

Diharapkan dengan adanya program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri ini dapat menurunkan gejala anemia pada remaja putri sehingga mereka dapat memiliki kesehatan yang optimal menjelang kehamilan.

Related Articles

Back to top button